Rasio News – Pesawaran. Isu sengketa terkait keabsahan ijazah kesetaraan milik Aries Sandi yang viral baru-baru ini memicu kegaduhan di tengah masyarakat Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kasus ini turut membuat simpatisan pasangan calon Aries Sandi-Supriyanto merasa resah.
Handoyo, salah satu warga Kecamatan Tegineneng, mengaku kecewa setelah sebelumnya menjadi pendukung Aries dalam pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024. Ia merasa terguncang dengan beredarnya kabar bahwa Aries hanya menggunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) sebagai syarat pendaftaran di KPU Pesawaran.
“Jika benar Pak Aries tidak memiliki ijazah, tentu kami sangat kecewa. Bagaimana dia akan memimpin Kabupaten Pesawaran jika pendidikan sekolah menengah atasnya saja bermasalah?” ujar Handoyo, Senin (30/12/2024).
Ia mendesak Aries Sandi segera memberikan klarifikasi terkait keabsahan ijazahnya. Menurut Handoyo, jika benar ijazah tersebut hilang atau terbakar, Aries harus menunjukkan bukti konkret terkait riwayat pendidikannya. Tindakan ini penting untuk meredakan keresahan masyarakat dan menjaga kepercayaan simpatisannya.
Kritik terhadap KPU Pesawaran
Handoyo juga menyoroti keputusan KPU Pesawaran yang dianggap mengabaikan rekomendasi Bawaslu untuk melakukan verifikasi faktual ulang terhadap dokumen pendaftaran Aries Sandi. Hal ini, katanya, menyebabkan persoalan tersebut harus diselesaikan melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami menyayangkan KPU yang tidak menjalankan rekomendasi Bawaslu. Akibatnya, isu ini harus diselesaikan di MK, dan hal ini mencoreng integritas proses demokrasi di Pesawaran,” tambahnya.
- Advertisement -
Harapan kepada Mahkamah Konstitusi
Handoyo berharap MK dapat menjalankan tugasnya dengan objektivitas dan profesionalisme tinggi, tanpa pengaruh tekanan politik atau kepentingan tertentu. Ia menegaskan bahwa keputusan MK harus berdasarkan fakta-fakta yang ada demi kepentingan masyarakat luas.
“Kami berharap MK bekerja sesuai fakta, tanpa memihak pada Nanda-Anton maupun Aries-Supri. Keputusan yang diambil harus transparan, adil, dan benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat Pesawaran,” tegasnya.
Pemimpin yang Berintegritas
Handoyo menekankan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki integritas tinggi dan latar belakang pendidikan yang jelas. Menurutnya, hal ini adalah kunci untuk membawa kemajuan bagi Kabupaten Pesawaran.
“Kami membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen tinggi untuk memajukan Bumi Andan Jejama dalam lima tahun ke depan. Pemimpin yang berpendidikan dan berintegritas adalah harapan masyarakat,” tuturnya.
- Advertisement -
Ia juga berharap kasus sengketa ini menjadi pembelajaran penting dalam proses demokrasi, sehingga di masa mendatang dapat tercipta sistem yang lebih jujur, transparan, dan berintegritas.
“Semoga kasus ini menjadi pelajaran agar sistem demokrasi kita semakin baik ke depannya,” pungkas Handoyo.
Willy Tim Media FMPB



