RasioNews Com- Tulang Bawang, Kamis, 22 Agustus 2024, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Tri Tunggal Jaya yang ke-34, sebuah pagelaran wayang kulit digelar di Aula Balai Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang. Acara ini menjadi sorotan masyarakat setempat, tidak hanya karena tradisi budaya yang diusung, tetapi juga karena kehadiran berbagai tokoh penting.
Pagelaran ini dihadiri oleh Anggota Dewan Bapak Sof’i, Camat Penawar Tama, Kapolsek Penawar Tama, serta para kepala kampung se-Kecamatan Penawar Tama. Tidak ketinggalan, tokoh adat, tokoh agama, Babinsa, Aparatur Kampung Tri Tunggal Jaya, dan masyarakat setempat turut hadir, memberikan warna tersendiri dalam perayaan tersebut.
Tema yang diangkat dalam pagelaran wayang kulit kali ini adalah “Bimo Suci Dewo Ruci,” dibawakan oleh Dalang Ki Jangkung Darsono dari Bumi Nabung, Lampung Tengah. Melalui tema ini, sang dalang berhasil menyampaikan pesan moral dan spiritual yang mendalam kepada para penonton, mengingatkan mereka akan pentingnya nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya, Bapak Feri, menegaskan pentingnya melestarikan budaya lokal seperti wayang kulit. “Pagelaran wayang kulit adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan agar tidak punah. Selain itu, ini adalah salah satu langkah awal dari kinerja saya sebagai Kepala Kampung yang baru. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama dalam membangun kampung kita menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Semangat dan antusiasme juga dirasakan oleh warga setempat. Seorang warga yang berinisial H mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya acara ini. “Saya sangat senang dan puas dengan diadakannya pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT Kampung yang ke-34 ini. Semoga setelah acara ini, kampung kita akan menjadi lebih baik lagi dan terus berkembang agar tidak kalah dengan kampung-kampung lain,” katanya penuh harap.
- Advertisement -
Acara pagelaran wayang kulit ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan dan memperkuat identitas budaya Kampung Tri Tunggal Jaya. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan tradisi seperti ini akan terus berlanjut dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Tulang Bawang. (Agus S.)



